[Article] Dispatch Merilis 21 Tanya-Jawab Atas Keragu-raguan pada Kontroversi Park Bom

“Why?” Inilah pertanyaan yang muncul saat ini. Setelah presiden YG, Yang Hyun Suk, menyampaikan kebenaran dan penjelasannya, publik masih setengah ragu dengan kejadian ini. Lagian, siapa yang tidak ragu, seorang member girl group terkenal disangka sebagai “pengedar obat-obatan terlarang”?  Namun demikian, telah dikonfirmasi bahwa jaksa telah menutup kasus ini, dengan kata lain, telah membebaskan Park Bom. Meskipun pelanggarn tersebut adalah benar, pengadilan telah membuat kejahatan ini bukanlah sesuatu yang serius walaupun diselesaikan dengan uang ataupun penyelidikan lebih lanjut.

Disinilah keragu-raguan ini bermulai:

Apakah jaksa memberikan kelonggaran investigasi?

Park Bom dicurigai membeli obat-obat tersebut dari AS dan membawanya ke Korea.

Bila tidak ada yang disembunyikan, mengapa Park Bom mengirimkan obat-obat tersebut ke rumah neneknya di Incheon, Korea Selatan?

Hal tersebut terjadi 4 tahun lalu. Tepatnya Oktober 2010. Park Bom 2NE1 diperiksa karena kasus pegedaran barang illegal. Lalu sekarang, kejadian 4 tahun lalu itu menjadi hidup kembali. “Mengapa Park Bom” dan “Ada apa dengan jaksa” menjadi pertanyaan saat ini. Dispatch tidak mengetahui secara jelas mengenai hal ini. Segala sesuatu masih terlihat kabur. Untuk itu kami melakukan sedikit interview dengan beberapa orang yang dianggap memiliki informasi dr kontrobersi ini.

– Anggap saja A sebagai investigator,
– B sebagai orang terdekat Bom,
– C orang dari pemerintahan (dari pajak nasional), dan
– D dari kantor investigasi obat-obatan.
– dan lain-lain

Sebagai hasilnya, kami mendapatkan bahwa Bom bersih dan tidak bersalah. Kami memberika penjelasan melalui Q&D (Question&Dispatch) ini. Artikel ini fokus pada masalah mengapa dan bagaimana Park Bom mendapatkan obat-obatnya san itu dan mengapa jaksa hanya menanganinya dengan pemeriksaan singkat saja.

Q1: Mari kita lihat mengapa Park Bom menjalani pengobatan. Mengapa ia mengkonsumsi Amphetamine?

D1: Pada saat di Sekolah menengah (SMA), Park Bom menghadapi kejadian menyeramkan. Ia menyaksikan temannya meninggal dihadapannya. Mulai saat itu hari-hari Bom berjalan dengan sangat berat. Sangat sulit baginya untuk mengontrol perasaannya. Ia ke rumah sakit untuk berkonsultasi dan menjalani pengobatan.

Q2: Apakah itu artinya Park Bom mengkonsumsi Amphetamine sebagai pengobatan pada terapi psikologinya?

D2: Setelah kejadian tersebut Bom berkonsultasi dan mendapatkan perawatan. Bom harus menggunakan Amphetamine untuk mengobati dirinya. Amphetamine merupakan obat legal (syah) di AS. Ia mendapatkan obat ini tanpa masalah.

Q3: Pada 2010 setelah Park Bom debut bersama 2NE1 di Korea Selatan, apakah ia tidak mendapatkan perawatan dinegara kita?

D3: Ia juga berkonsultasi dan mendapatkan perawatan di Korea. Tentu saja, ia menggunakan beberpa obat di Korea. Tetapi, reaksi obat pada tiap orang itu berbeda-beda, dan setiap orang memiliki ‘obat mereka sendiri’  yang bekerja lebih baik.

Q4: Jadi itulah alasannya ia membeli Amphetamine?

D4: Ibu Bom menghubungi rumah sakit di AS. Ia berfikir bahwa kesehatan anaknya memburuk. Ia meminta beberapa obat dari rumah sakit tersebut.

Q5: Apakah kalian berbicara mengenai ucapan Yang Hyun Suk, “Ibu mana yang mau memberikan anaknya obat-obatan”

D5: Ya. Ibu Bom lah yang menguhubungi terlebih dahulu. Disinilah kalian bisa melihat hubungan yang disampaikan YG. Bila ia tau bahwa obat tersebut adalah narkotik, ia tidak akan memintanya. Tentu saja, Bom juga menghubungi rumah sakit. Dan karena rumah sakit tersebut adalah tempat biasa ia berkonsultasi, jadi ia menceritakan keadaan kesehatannya yang memburuk dan meminta obat.

Q6: Tapi bukannya itu illegal untuk meminta obat dengan cara demikian?

D6: Sebenarnya, hal tersebut tidak memungkinkan. Tetapi, bila seseorang tersebut memiliki penyakit, biasanya mereka akan memberikan obat. Dan rumah sakit juga berfikir bahwa Bom tidak bisa pergi ke AS. Jadi obat tersebut diberikan. Obat dibeli oleh keluarga ibu Bom yang tinggal di AS.

Q7: Tapi apakah Park Bom benar-benar tidak tahu bahwa mengimport Ampgetamine itu illegal?

D7: Ia hanya tau bahwa obat tersebut tidak dibenarkan dijual di Korea, tanpa mengetahui alasan pelarangan tersebut. Ia hanya berfikir bahwa hal tersebut hanya akan menjadi permasalahan di bea cukai. Karena sulitnya mendapatkan obat-obat di Korea, ia berfikir hanya bisa mendapatkannya dengan mengimport nya dari AS.

Q8: Bagaimana seandainya bila ia sebenarnya mengetahui bahwa hal tersebut illegal maka mengirimkannya ke alamat neneknya? Untuk menyembunyiak dirinya dari tindakan illegal?

D8: Alasan mengapa ia mengirimkannya ke alamat neneknya adalah karena rumahnya sering dalam keadaan kosong, Kesibukannya membuatnya jarang berada dirumah, Dan ibunya yang juga sering beraktifitas diluar rumah. Maka dari itu ia meminta obat-obat tersebut dikirim kealamat neneknya yang memang terus berada dirumah, sehingga paket tidak akan nyasar.

Q9: Sekarang mari kita lihat bagaimana investigasi yang terjadi pada 2010 lalu. Bagaimana jaksa bisa mengetahui aksi Bom?

D9: Pada 12 Oktober 2010, bagian bea cukai bandara Incheon membuka kiriman paket yang berisi 82 butir Amphetamine. Petugas bea cukai melaporkannya ke kejaksaan daerah setempat. Paket tersebut diketahui akan dikirmkan ke daerah sekitar Incheon. Dan penerima paket tersebut adalah neneknya Park Bom.

Q10: Pada saat itu, kejaksaan telah mengetahui bahwa barang illegal telah masuk dan tentu saja mengetahui orangnya, lalu mengapa mereka tidak langsung memanggil pelakunya?

D10: Biasanya, investigasi mengenai obat-obatan ini berlangsung secara lama. Mereka harus mengetahui proses barang tersebut sampai di Korea. Merek juga harus mengetahui bagaimana dan dari mana barang tersebut dikirimkan.

Q11: Bagaimana jaksa bertindak setelah mengetahui proses tersebut diatas?

D11: PPada kasus Park Bom ini, mereka menjalankan proses seperti yg disebutkan pada pon berikutnya. Seminggu setelahnya, mereka kembali dan mendatangi alamat tujuan pengiriman obat-obat tersebut. Mereka menemui nenek Park Bom yang mengatakan bahwa obat-obat tersebut telah diambil oleh ibu Bom.

Q12: Lalu apakah mereka pergi ke rumah Park Bom di Seoul?

D12: Ya mereka langsung menuju Seoul. Jaksa mencari rumah dan apartement Park Bom dan ibunya yang mereka tempati bersama di daerah Apgujeong. Mereka menemukan yang mereka cari disana. Dan disinilah jaksa menjadi ‘dilema’.

※Park Bom pada fakta masih memiliki sebagian besar pil tersebut (Bom hanya meminum 3-4 pil dalam seminggu). Semua tuduhan mengenai Bom yang membagi, menyalurkan, dan menjual barang illegal tersebut adalah salah. Semua tuduhan yang ditujukan padanya berkaitan dengan obat-obatan tersebut dikonfirmasi sebagai kesalahan!※

Q13: Saya dengar jaksa sedikit kecewa karena mereka tidak menemukan kesalahan ketika mereka melihat obat tersebut masih utuh.

D13: Pada tahap pertama, mereka menghitung jumlah pil yang tersisa. Dan mereka menemukan 78 pil saat itu. Dengan kata lain Bom hanya memakai 3-4 pil selama seminggu setelah obat tersebut sampai. Biasanya, pada kasus obat-obatan seperti ini, jumlah pil yang hilang itu banyak. Namun pada kasus ini yang hilang hanyalah 3-4 pil, dan ini berarti obat-obat tersebut memang digunakan untuk pengobatan saja.

Q14: Sebentar, saya ingin tahu bagaimana peraturan mengenai obat-obatan di Korea Selatan berjalan.

D14: Menurut perundang-undangan mengenai hukuman bagi pengedar obat di Korsel bisa mendapatkan hukaman karena 3 hal:
1. Membawa obat-obatan untuk bisnis / dijual.
2. Obat-obat tersebut berbahaya dan sangat serius
3. Banyak orang terlibat didalamnya.

Q15: Jadi Park Bom tidak memenuhi 3 kriteria hukum diatas?

D15: Amphetamine merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi depresi atau gangguan psikologi lainnya. Untuk menjadikannya Philippone, ada beberapa hal yg harus dicampurkan kedalamya. Park Bom hanya meminum 3-4 pil dalam seminggu, dengan kata lain tidak mencukupinya dikatakan sebagai Philoppone. Dan tentu saja ia tidak membaginya keorang lain.

Q16: Walaupun demikian, bukankah mengimport obat-obat ke negara yang menganggap obat tersebut adalah illegal?

D16: Ya memang benar hal tersebut dianggap tidak benar. Oleh karena Bom diperiksa pada saat itu. Ibu Bom juga diperiksa sebagai saksi. Namun demikian, hukum di Korea hanya berlaku pada orang membuat obat, membagikannya dengan yang lain, dan mengatakan dari mana asalnya. Sedangkan Bom sendiri tidak memenuhi tiga kriteria tersebut. Ia masih menyimpan 78 pil sisanya dan masih dalam keadaan terbungkus rapi.

※Proses pengaduan pengedaran obat-obatan Park Bom: – Pengambilan dan pengajuan catatan pengobatan dan terapai psikologi – Pengambilan dan pengajuan resep dokter (dari Amerika) – Pengecekan keabsahan catatan pengobatan dan obat-obat yang diberikan beberapa tahun sebelumnya. 

Q17: Penjelasan seperti apa yang diberikan Park Bom saat diperiksa?

D17: Park memberikan catatan kesehatan dan pemeriksaannya dari rumah sakit di AS dan Korea. Hal tersebut mengungkapkan untuk terapi psikologi. Ia juga memberikan catatan indikasi pengobatan yang ia dapatkan di AS. Park menjelaskan catatan pengobatannya secara jelas.

Q18: Jadi kita tidak bisa berasumsi bahwa ia mendapatkan perlakuan khusus dari jaksa?

D18: Inilah pernyataan mereka:

“Ia memiliki pekerjaan yang jelas dengan arah yang stabil dan tidak ada tanda-tanda untuk melarikan diri; bila ini merupakan pelanggaran pertama, masih ada pertimbangan untuk memberikan toleransi, dan Park telah menerima pengawasan dan juga catatan kesehatannya mengatakan memang untuk terapi, hal ini sangat memungkinkan untuk membebaskannya atau menutup kasusnya.”

Q19: Tapi mengapa seseorang dari Samsung Group yang memiliki kasus sama dengan Park Bom tapi tidak mendapatkan keringanan?

D19: Pada kasus tersebut, alasan mengapa ia mendapatkan obat tersebut tidak diberikan. Menurut jaksa, pengguna Amphetamine tersebut mendapatkannya dari kenalannya. Tentu saja, bila ia memberikan alasan yang benar dan resmi mengenai pemakaiannya ia juga akan mendapatkan keringanan. Sayangnya, ia tidak memberikan pernyataan, penjelasan, dan alasannya.

Q20: Apakah ada orang lain yang mengalami kasus yang sama dengan Park Bom?

D20: Pada Juni lalu, seorang dari staff pemerintahan juga tertangkap membawa obat yang dilarang. Ia mengimpor tanaman dari Brazil yang disebut Mimosa yang mengandung DMT atau Dimethyltryptamine. Zat tersebut dikatakan baik untuk penderita ADHD (Gangguan Hiperaktif). Saat tertangkap ia juga memberikan penjelasan pengobatannya, sehingga ia juga tidak ditahan.

Q21: Beberapa sumber mengatakan hal ini muncul karena kekuatan YGE, dan ada orang-orang yang ingin mengahcurkannya?

D21: Hal ini terjadi karena jaksa dan hukum berjalan sedikit lamban. Tidak ada kejaksaan yang ingin melewatkan kasus pengedaran obat dengan mudahnya. YGE memang terlihat sangat kuat, namun bagi jaksa mereka seperti “umpan”. Sebesar apapun kekuatan YGE ia tidak bisa menutupi masalah seperti ini dari kejaksaan.

Source: Dispatch via WeLoveBom | Engtrans by big_seunghyun & sumiinmkim | Indo trans by 2NE1BlackjackID

Note: Artikel ini dibuat Dispatch untuk memberikan pengertian yang lebih jelas kepada publik mengenai kasus Park Bom ini, dan juga dilengkapi dengan informasi proses pemeriksaan pada 2010 lalu.

One thought on “[Article] Dispatch Merilis 21 Tanya-Jawab Atas Keragu-raguan pada Kontroversi Park Bom

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s